Setiap bab memuat teks asli, kata kunci dalam komentar, pendapat komentator lain, dan tafsir Yikonglu, beserta videonya.
- 6.1Mengapa urusan boleh sederhana tetapi hati tidak?Sama-sama “sederhana”: yang satu hatinya punya pegangan, hormat di mana-mana, sehingga urusan dengan sendirinya tidak ruwet; yang lain sejak awal ingin hemat tenaga dan melepaskan dirinya sendiri, jadi terlalu sederhana. Hari ini: tim dengan aturan paling sedikit justru dipimpin orang yang paling tepat waktu dan paling tertib.
- 6.2Mengapa “gemar belajar” bagi Konfusius bukan membaca banyak?Adipati bertanya tentang ilmu, Konfusius menjawab dengan dua hal pembinaan diri: marah muncul karena perkara dan berhenti setelah perkara lewat, tidak dilampiaskan kepada orang lain; salah sekali langsung tahu, tidak mengulang. Gemar belajar terletak pada menguasai perasaan sendiri, bukan banyak membaca. Hari ini: dimarahi di kantor, sampai di rumah ia tetap berjongkok mengikat tali sepatu anaknya dengan baik.
- 6.3Mengapa Konfusius memberi satu orang sedikit beras dan yang lain banyak?Memberi banyak atau sedikit bukan soal sungkan, melainkan pantas atau tidak. Keluarga Zihua tidak kekurangan, jadi diberi sedikit agar tak menambah kekayaan yang kaya; gaji Yuan Si adalah hak jabatannya, menolaknya justru keliru, kelebihannya dibagikan kepada tetangga. Yang satu “menolong yang mendesak, bukan menambah yang kaya”, yang lain “gaji tetap tak semestinya ditolak”.
- 6.4Bolehkah orang berlatar buruk dipakai?Anak sapi dari sapi bajak belang, merah murni dan tanduknya bagus: meski orang tak mau mempersembahkannya karena asal-usulnya, roh gunung dan sungai tak akan menolaknya. Keburukan ayah tak membatalkan kebaikan anak; catatan Zhu Xi menekankan ini membicarakan Zhonggong, bukan ucapan langsung kepadanya.
- 6.5Di mana Yan Hui berbeda dari yang lain?Kemanusiaan Yan Hui seperti tuan rumah yang tinggal di rumah, sesekali keluar; milik yang lain seperti tamu yang sesekali datang. Bedanya pada lama tidaknya, bukan ada tidaknya.
- 6.6Cukupkah satu keunggulan untuk menjabat?Zilu tegas, Zigong cerdas, Ran Qiu serba bisa: masing-masing punya satu keunggulan sehingga bisa dipakai. Memakai orang berarti mengambil kelebihannya.
- 6.7Ditawari jabatan, mengapa ia mau kabur?Ia tak mau menjadi abdi keluarga Ji, tetapi meminta utusan menolakkan dengan baik; bila datang lagi, ia menyeberang sungai ke Qi. Tidak melawan keras, tidak pula tunduk: terlalu keras mengundang bencana, terlalu lunak mengundang hina.
- 6.8Mengapa Konfusius menggenggam tangan muridnya yang sekarat lewat jendela?Keluarga Boniu memindahkan ranjang ke bawah jendela selatan menurut tata cara kunjungan raja; Konfusius tak berani menerima kehormatan itu, maka tidak masuk, hanya menggenggam tangan lewat jendela untuk berpamitan. Kalimat itu diucapkan dua kali: duka bahwa orang seperti ini menderita penyakit seperti ini, diserahkan pada takdir.
- 6.9Semiskin itu, apa yang membuat Yan Hui bahagia?Yang ia nikmati bukan kemiskinan, melainkan kegembiraan yang tak dapat diubah kemiskinan. Zhu Xi memilih tidak menjelaskannya, membiarkan pembaca sendiri menemukan isi kata “其” (miliknya).
- 6.10Ia bilang tenaganya kurang, mengapa Konfusius tak percaya?Orang yang sungguh kekurangan tenaga roboh di tengah jalan; Ran Qiu sudah menggaris di tanah sebelum berangkat. Bukan tak bisa, melainkan tak mau.
- 6.11Sama-sama sarjana, di mana bedanya?Membaca buku yang sama: belajar untuk membangun diri adalah sarjana junzi; belajar agar dilihat orang dan meraih keuntungan adalah sarjana orang kecil. Untung bukan hanya uang; nama juga termasuk.
- 6.12Tak mengambil jalan pintas, apakah itu bakat?Berjalan tak lewat jalan pintas, tanpa urusan dinas tak masuk pintu pejabat. Yang teguh dalam hal kecil bisa diandalkan dalam hal besar; Ziyou juga melihat lapis ini saat menilai orang.
- 6.13Ia menjaga barisan belakang, mengapa tak mau mengakuinya?Menahan musuh di barisan belakang saat mundur adalah jasa besar, tetapi mendekati gerbang ia melimpahkannya pada kuda. Melempar jasa kepada kuda menunjukkan hati yang tak ingin mengungguli orang lain.
- 6.14Tanpa lidah fasih dan wajah tampan, bisakah lolos dari bencana?Ini bukan ajaran untuk melatih lidah dan rupa, melainkan ratapan atas zaman: ketika dunia hanya menghargai mulut manis dan wajah elok, orang jujur sulit lolos dari bencana.
- 6.15Semua keluar lewat pintu, mengapa tidak lewat jalan yang benar?Semua tahu keluar lewat pintu, tidak memanjat tembok; jalan yang benar dalam hidup ada di depan mata, tetapi tak ditempuh. Bukan Jalan yang jauh dari manusia, manusialah yang menjauh sendiri.
- 6.16Terlalu kasar atau terlalu halus, mana pilihan Konfusius?Terlalu polos itu kasar, terlalu berhias itu hampa; keduanya seimbang barulah junzi. Bila harus condong, lebih baik condong ke polos: dasar ada, hiasan bisa ditambah; dasar hilang, hiasan tak punya tempat.
- 6.17Bukankah orang yang tidak lurus juga hidup baik-baik saja?Manusia semestinya hidup lurus; yang tidak lurus pun hidup, bukan karena pantas, melainkan karena beruntung lolos.
- 6.18Tahu, suka, gembira: apa bedanya?Tahu ada semangkuk nasi ini, suka memakannya, makan sampai kenyang dan hati tenang: tiga lapis. Bedanya bukan banyak sedikitnya pengetahuan, tetapi sungguh memperolehnya atau tidak.
- 6.19Apakah Konfusius meremehkan orang?Bukan memeringkat orang, melainkan menyesuaikan kata dengan pendengar: bicara terlalu tinggi, pendengar tak bisa menangkap, malah merusak. Mengajar sesuai kemampuan, naik setapak demi setapak.
- 6.20Apakah Konfusius percaya roh?Bukan soal percaya atau tidak, melainkan menghormati sekaligus menjaga jarak: urusan manusia dituntaskan dulu, roh dihormati tanpa dimintai; bekerja yang sulit dulu, hasilnya belakangan, tanpa menghitung untung lebih dulu.
- 6.21知者乐水belum dibahas子曰:知者乐水,仁者乐山;知者动,仁者静;知者乐,仁者寿。
- 6.22齐一变belum dibahas子曰:齐一变,至于鲁;鲁一变,至于道。
- 6.23觚不觚belum dibahas子曰:觚不觚,觚哉!觚哉!
- 6.24仁者belum dibahas宰我问曰:仁者,虽告之曰:井有仁焉。其从之也?子曰:何为其然也?君子可逝也,不可……
- 6.25君子博学于文belum dibahas子曰:君子博学于文,约之以礼,亦可以弗畔矣夫!
- 6.26子见南子belum dibahas子见南子,子路不说。夫子矢之曰:予所否者,天厌之!天厌之!
- 6.27中庸之为德也belum dibahas子曰:中庸之为德也,其至矣乎!民鲜久矣。
- 6.28如有博施于民而能济众belum dibahas子贡曰:如有博施于民而能济众,何如?可谓仁乎?子曰:何事于仁,必也圣乎!尧舜其犹……
